|
Disiplining Children with Respect? YES ! |
|
|
Wednesday, 25 June 2008 |
|
Disiplining Children with Respect? YES !
Pengenalan disiplin kepada anak memang perlu dilakukan sejak dini. Disiplin yang seperti apa? Tentu saja disiplin dengan kasih sayang.
Perundingan empat mata. Begitulah Septian menyebut pembicaraan yang ia lakukan bersama putra sulungnya. Musyawarah dan sangat akrab. Tak ada bentakan, tatapan mata tajam, apalagi kesewenang-wenangan orang tua.
DISIPLIN YANG HANGAT Disiplin adalah mengarahkan perilaku anak dan anggota keluarga lain sesuai dengan nilai-nilai umum di masyarakat. Intinya, disiplin dan kasih sayang sama pentingnya dan sama-sama dibutuhkan anak. Disiplin keras dan kaku sma buruknya dengan kasih sayang saja tanpa adanya batasan dan aturan. Yang terbaik adalah menyeimbangkan keduanya, yang disesuaikan dengan usia dan taraf perkembangan anak DISIPLIN KAKU LUKA BATIN Harus diakui , dalam prakteknya tak sedikit ayah selalu mengaitkan disiplin dengan hukuman. Pendekatan seperti ini hanya membuat anak patuh karena takut, bukan muncul atas kesadran sendiri. Perasaan ini akan membuat anak melanggar bebas peraturan di belakang orang tua. Pola pengasuhan yang terlampau keras akan membuat anak tak percaya kepada ayahnya. Anak takut ketika ayah ada didepannya , tapi ia merendahkannya saat berada di belakang ayah. Anak dengan karakter patuh, membuatnya terus menerus bergantung pada otoritas ayah dalam membuat keputusan. Sementara anak yang pasif agresif akan merespon dengan memberontak, manipulatif, bersikap masa bodoh, dan menyalahkan lingkungan. MEMBANGUN DISIPLIN SI KECIL Ayah bisa mengajarkan anak bagaimana bersikap penuh tanggung jawab, bagaimana bekerjasama dengan orang-orang sekitarnya sehingga ia mampu memahami perasaan diri dan orang lain. Sebaiknya hindari hukuman fisik seperti mencubit, menjewer, atau memukul. Terakhir jangan lupa memberi perhatian dan penghargaan terhadap prilaku yang positif. Setuju? Sumber : Parents Guide Vol.VI.No.8.Mei 2008 |